Minggu, Januari 29, 2012

selangkah lagi menuju seumur hidup

sebelum memulai revisian, saya pengen share ttg mahasiswa s1 kedokteran yang saya alami.

saat ada di luar dunia kedokteran, saya berpikir anak kedokteran itu nerd, materialistic, eksklusif, bergengsi, dan sebagainya. begitu keterima di fk, cap "FK EKSKLUSIF" udah nempel di jidat kita semua yang itu cuma keliatan sama anak2 fakultas lain. sebagian mahasiswa fk menikmati itu. sebagain lain tak peduli dengan anggapan itu, dan sebagian lain berusaha membuktikan kalau mahasiswa kedokteran gak eksklusif. saya mungkin termasuk yg ketiga. saya suka kesel kalo ada orang yg ngerendahin diri depan anak fk, atau bahkan nyari masalah ama anak fk, di univ manapun. belum lagi kalo ada orang2 yang ngerendahin fk univ lain untuk ninggiin fk satu univ.

kami adalah sama. sama2 calon dokter. dan kami sama2 rendah. bahkan, sesaat sebelum sidang, saya kan main ke Semarang, ke rumah om. disana saya bilang kalau saya mau segera sidang dan lulus sarjana, which is segera jadi dokter muda. respon om saya cuma gini, "kamu kalo mau jadi dokter berarti kamu harus siap jadi pelayan. bener2 pelayan. menghadapi pasien itu emang bukan urusan mudah. bukan cuma ilmu, yang berat adalah bisa bertahan dalam keramahan dan kualitas pelayanan yang sama dengan pasien terus menerus tanpa peduli apa yang kamu rasa dan alami. sekali gak bisa dipercaya, sulit kita membangunnya lagi."

agak shock dibilang gitu. semacam ditampar bolak balik karena itu bener2 bukan perkara mudah. setelah sekarang lulus sidang dan sebulan menuju RSHS sebagai dokter muda, saya justru bener2 ngerasa campur aduk. perjalanan 3,5 tahun kemarin emang rasanya gak mudah. banyak banget dinamika yang saya rasakan. ini antara sedih ninggalin kampus dan dinamika nya yang tercinta, bener2 ngerasa bodoh dan berpikir, 'layak kah saya jadi dokter dengan kemampuan seperti ini?', sama antusias pengen banyak belajar di koass.

tadi pas tidur siang, saya mimpi baru lulus jadi dokter, dateng ke sebuah desa dan tiba2 dimintai tolong ini itu. yang pengen saya lakukan saat itu adalah buka jas dokter saya, dan bilang ke semua orang kalo saya belum siap jadi dokter. tapi saya saat itu gak bisa buka jas saya, seakan ada yang nahan. mungkin itu pertanda, saya udah harus sadar bahwa mulai bulan depan, pasien2 akan manggil saya dengan sebutan "dokter". dokter bukan lagi sebagai titel, tapi bener2 jiwa. dokter bukan lagi sebagai profesi, tapi sebagai cerminan hati nurani kita, bentuk dedikasi kita pada kemanusiaan.

saran saya, kalo ada yang mau masuk fakultas kedokteran, coba dipikirkan lagi. apa yang kamu inginkan dengan jadi dokter? karena bukan untuk memperkaya diri atau bersenang2 belaka, tapi memberi senyuman, menolong orang lain, dan belajar seumur hidup. kalo sukses berarti bermanfaat, kalo fail berarti merugikan orang banyak. -,-"

Kamis, Januari 26, 2012

sidaaaanngg skripsi

bab 3 ngaco total dan ketauannya mepet banget sidang. damn. bisa.....bisa.....rima pasti bisa ngakalin nya. bismillah :)

Rabu, Januari 25, 2012

kotak pandora

aku ini tidak seperti kelihatan nya.
sekarang aku memberanikan diri membuka kotak yang sudah lama terpendam. 9 tahun.
sesungguhnya aku tak mampu.
Allah, aku takut.........runtutan kejadian dalam 9 tahun terakhir ini membuat aku hancur
Allah, aku lemah.........hati ini tak sanggup ku susun
tapi Allah, aku harus bisa melangkah melanjutkan hidup.
aku harus bangkit. aku harus melepas masa lalu.
aku harus mampu keluar dari hal tersulit dalam hidupku: membuka hati.
kalau terus begini, sunnah rasulMu tak akan pernah mampu ku tunaikan.
usiaku sekarang sudah 21, tapi aku masih bertahan dengan trauma ini.
ini sungguh dalam. terlalu dalam.
dan ternyata semua muncul kembali ke permukaan disaat menjelang sidang skripsi.
Allah, hambaMu ini menyerahkan semua urusan duniaku padaMu. yang kuinginkan, berikan hamba ahli surgaMu untuk menyembuhkan luka ini ya Rabb. hamba tak sanggup jika harus kecewa lagi. aku lemah, terlalu lemah.

sungguh, yang aku butuhkan hanya pelukan bapak. satu2nya orang yang aku tahu akan selalu melakukan yang terbaik untuk aku. cintanya tak akan pernah berakhir.

Jumat, Januari 13, 2012

ah, ini kacau!

semakin bertambah usia, saya semakin berpikir dan flashback bahwa perjalanan ini sudah banyak sekali yang dilalui. susah, sedih, senang, terharu, bahagia, jatuh, sakit, tertawa, semua datang dan pergi silih berganti. perjalanan hidup saya tidak semudah teman2 saya mungkin, tapi saya tahu banyak orang yang mengalami hal yang lebih dari saya. bersyukur bahwa Allah memberikan saya banyak kenyataan yang membukakan mata saya bahwa hidup itu tidak semudah yang kau inginkan.

saya adalah orang yang sangat optimis. sejak awal saya yakin semua ini dapat berakhir dengan menyenangkan. perlahan satu persatu membuat kita semakin kuat. perlahan satu persatu luka ini sembuh. Hanya saja, bahagia dan sedih adalah hal yang selalu datang beriringan. tinggal kita yang menentukan mana yang akan mendominasi hati kita. Kali ini saya tidak ragu, saya tidak gentar. saya yakin selalu ada hikmah dari semuanya. saya percaya Allah menemani saya dan saya percaya bahagia itu selalu ada bagi kita yang tak henti bersyukur.

"Ya Rabb, jangan tinggalkan hambaMu yang lemah ini. terima kasih Engkau telah menemani hamba, menuntun hamba. kuatkan hamba menghadapi hidup ini, Ya Allah....." Aamiin.

Senin, Januari 09, 2012

sahabat

"sahabat saat ini bukan berarti sahabat selamanya" - fulki fadhila

respect

saya paham, respect bukan datang tanpa alasan. respect datang dari sesuatu bernama HARGA DIRI. jika kita tidak punya harga diri, apa yang perlu orang hargai dari diri kita. hanya saja, sering kali orang salah kaprah. banyak orang menilai sebuah harga diri dari materi. banyak orang menilai harga diri dari jabatan. oh, anda salah tuan, nyonya! harga diri datang dari prinsip yang anda pegang teguh, cara anda bersikap, dan bagaimana anda bergaul. bukan berarti karena kami calon dokter, lalu anda memburu kami untuk jadi teman dekat anda, atau bahkan pasangan anda. bukan berarti karena kami calon dokter, maka anda barulah menghargai kami. kami ingin dihargai bukan karena profesi kami, tapi karena diri kami. profesi hanyalah amanah yang Allah titipkan pada kami, yang sewaktu-waktu bisa saja diambil olehnya.

Popular