Tampilkan postingan dengan label love story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label love story. Tampilkan semua postingan

Minggu, September 06, 2015

Love, Life, and People

Lama gak posting setelah banyak hal terjadi dalam hidup.

Yes, di fase internship aku belajar banyak. Perjalanan berliku tak ayalnya harus aku lewati. Ya, harus jika aku ingin lulus dari step kehidupan ini. Buatku, internship ini ujian hidup, ujian hati, ujian akal, dan ujian ilmu. Ku namai tuisan ini Love, Life, and People, karena ketiga hal itu yang jadi jalan kehidupanku disini.

Cinta tak pernah mampu dideskripsikan secara detail oleh siapapun. Cinta adalah hal yang kita tak pernah tahu bentuknya, hanya hati kita yang merasa. Cinta itu yang membawa kita untuk selalu mengingat Allah. Cinta itu yang selalu menjaga kita dari kekejian. Cinta itu yang selalu mengisi hati2 yang ikhlas.

Disini aku menemukan beratus jenis cinta dalam ribuan wujud. Aku belajar memenuhi kebutuhan cintaku dari hal terkecil dalam hidupku. Belajar cinta dari orang tua, dari saudara2ku, dari sahabat2 terdekatku. Tak semua cinta harus diwujudkan dalam kata. Tak semua cinta harus diekspresikan dalam aksi. Cinta adalah tentang sebuah gelombang rasa, yang aksi dan kata nya tak selamanya nampak signifikan, tapi hati ini tahu bahwa itu adalah cinta.

Hidup mengajarkan aku bahwa cinta yang datang hanyalah bahan bakar kematangan usiaku. Melalui itu, aku belajar menata hidupku dengan cinta, agar setiap titik yang kulalui adalah indah, karena bukan cinta bila tak indah, bukan indah bila tak menenangkan.

Hidup juga mengajarkanku bahwa cinta tak pernah datang sendirian. Namun begitu, pada akhirnya kita yg harus memilih jalan mana yang akan kita nikmati. Tak jarang orang tak suka pada pilihan hidup kita. Tak jarang kita dicibir karena lagkah kita. Tapi pada akhirnya, hanya kita yg tahu detil hidup kita. Biar, jangan buang waktu kita untuk urusan yg tak berguna untuk masa depan kita.

Manusia juga datang dan pergi dalam hidup kita mengajarkan banyak hal dengan caranya masing2. Allah akan selalu mengganti kehilangan kita dengan hal yang lebih berguna bagi kita dengan caraNya. Kemudian Allah berikan aku sahabat luar biasa diantara bepergiannya sahabatku menuju mimpi2nya. Aku menemukan makna yang lebih dalam dari sahabat terbaik hidupku. Aku menemukan hidup yang lebih berarti saat bersama sesungguh2nya sahabat. Datang dan perginya manusia dalam hidupku mengajarkan bahwa hidup ini bukan tentang kehilangan, karena kita tak pernah memiliki.

Nikmat Allah memang lebih nikmat kalau dinikmati dengan sadar penuh 😊😊😊

Selasa, April 08, 2014

Will....

Nemu sebuah wallpaper di line deco yg bikin mikir....

Bukan hanya karena mimpi yg beririsan lalu kita punya alasan untuk bersama, karena jika mimpi itu selesai, kita akan kehilangan alasan untuk bersama. Justru keinginan untuk membangun mimpi disekitar orang itu yang membuat kita berjuang. Saat mimpi satu terlaksana, buat lagi mimpi2 baru bersama. Komitmen untuk memperjuangkannya yang membuat kita terus bertahan, apapun resikonya, apapun kondisinya.

"If you want it, you must will it, and it will be yours."


Selasa, Desember 31, 2013

Belajar cinta dari Allah

Belajar cinta dari Allah.
Pernah baca kalimat semacam itu dari blog adik kelas yg di fk ui. Kalimat yang menarik. Kemudian saya berusaha memaknai itu perlahan dengan cara saya, dengan mengenal Allah, mendekat terus pada Allah, hingga akhirnya saya punya persepsi sendiri tentang cinta.

Saya belajar cinta dari Allah, dari belajar menunjukan cinta pada Allah, belajar menunjukkan kesungguhan pada Allah, dan memaknai segala pemberian Allah di hidup saya. Hingga akhirnya saya merasa bahwa cinta yang sesungguhnya adalah cinta pada Allah. Jika kamu memiliki cintaNya, maka cinta bumi dan seisinya akan menuju padamu. :)

Semakin banyak mendekatkan diri pada Allah, semakin hati ini takut menyatakan cinta pada makhlukNya. Bukan karena malu atau segan, tapi karena takut. Takut makhlukNya ini belum sungguh2 mencintaiNya, lalu 'salah pilih' imam, lalu salah langkah seumur hidup. Karena dia yang sungguh2 dalam mencintaiNya akan tahu bagaimana cara mencintai sesama.

Gimanapun, saya ini perempuan desa, didikan dari pesantren ke pesantren (meski bukan santri tetap), binaan ibu, yang sudah mendidik ribuan ustadz,dengan pola pikir sedikit kuno mungkin di mata orang. Ibu saya pun mengajarkan saya bahwa cinta yang sesungguhnya adalah padaNya. Selama 23 tahun ibu saya tunjukkan seperti apa imam yang baik, ibu yang baik, dan istri shalihah. Maka dia yang faham bagaimana cinta Allah akan tahu bagaimana menjadi imam yang baik bagi saya.

Mungkin beginilah cara saya menikmati hidup. Sedikit aneh di mata orang2. Belajar cinta ya dari Yang Punya Cinta yg Hakiki, belajar rasa ya dari Sang Pembolak Balik Hati :)

Senin, Oktober 28, 2013

Never give up, since the first time!

Saya selalu jadi orang pertama yg nyerah. Saat orang2 berusaha ngelakuin yg terbaik, saya masih berpikir ulang untuk melakukannya.
Saya selalu jadi orang pertama yg berpikir negatif. Saat orang2 menganggap dunia itu indah, saya masih berusaha meyakinkan diri bahwa keindahan itu ada di suatu tempat di dunia ini.
Saya selalu jadi orang yang merendahkan diri. Disaat orang2 berpikir untuk mengatasi resiko sampingan, saya masih berpikir apakah saya benar2 layak mendapatkan itu.
Saya selalu menyerah diawal untuk hal yang belum jelas kenyataannya, hanya karena saya takut sakit, saya takut jatuh, saya takut gak bisa bangkit, dan saya takut malu.

Tapi kali ini, untuk pertama kalinya saya bilang, "bismillah, lahaula walaa kuwata illa billah". Saya tidak pernah benar2 menyerah, tidak pernah benar2 takut, tidak pernah ragu sedikitpun. Saya tidak pernah berpikir sedikitpun untuk mundur sejak awal. I have no 'but'. Jika Allah takdirkan, maka selalu ada jalan terbaik. Jika Allah ridhoi, selalu ada kemudahan dijalanNya. Ini ikhtiar saya, cara saya berjuang.

Jumat, Oktober 18, 2013

Memperjuangkan dan diperjuangkan

Kehidupan memang bukan mengalir atau bahkan hanyut, tapi tetep harus ada aksi didalamnya. Itu yang perlu dilakukan dan diperlukan oleh manusia. Sayangnya, kadang kita bingung caranya berjuang. Kadang kita juga ga ngerti gimana kita ingin diperjuangkan, tapi kita bisa ngerasain klo ada yg lg berjuang buat kita. Banyak2 diskusi antara hati dan akal, rim!

Minggu, Oktober 13, 2013

Pada waktunya

keindahan yang Allah punya adalah lebih dari yang kita bayangkan. Untuk melukiskan alam semesta yang kita kagumi saja mudah untukNya, apalagi hanya untuk menjawab angan kita. Keindahan alam saja banyak yang membuat kita terpukau, apalagi angan kita ini, hanya debu untukNya. Ia lah Sang Pencipta.

Skenario manusia seringkali menjadi penyelisih, tapi Skenario Allah selalu menuju satu titik, kembali padaNya. Skenario Allah tidak pernah monoton dan tertebak macam ftv, karena Ialah sang Sutrdara kehidupan.

Percayalah, semua akan indah pada waktunya karena skenario terindah dibuat hanya oleh Sutradara terbaik :')

Minggu, September 15, 2013

Harapan

Hanya pada Allah, hanya untuk menuju Allah.
Doa terbaik adalah doa yang hanya Allah yang tahu, bukan kamu, dia, atau mereka. :)

'Percaya mah ka Allah, ka nu lain mah jadi syirik'. Once you mean what you say, it means a lot :)

Sabtu, September 14, 2013

Heart

How could you say that you use you heart to find him/her while you never really use your heart to find another answer? How could you know the real your heart says?

Selasa, September 03, 2013

Too small

Saya ga suka kalo ada orang beranggapan "i am too small for your big dream". Sedihnya, kok saya kayak pengen bilang gitu sekarang. Saya emang penakut, tapi saya harus mencoba berusaha kalo saya mau. I need to learn more from now, i think :)

Minggu, September 01, 2013

cleansing part#3

lucu. mungkin ada yang mengira saya cleansing untuk urusan 'percintaan', karena ada yang deketin saya, karena saya pengen buru2 nikah, atau lain sebagainya. bukan bukan. jelas sekali bukan.

memang benar, ini ada kaitannya dengan saya memandang laki2. memang benar, ini ada kaitannya dengan urusan percintaan itu. tapi alasan sebenar2nya alasan adalah saya takut hidup dalam ketakutan, saya takut hidup dalam kedengkian, saya takut hidup sebagai anak durhaka, saya takut hidup sebagai si 'asumtif' yang curigaan. percaya atau nggak, itu SANGAT GA ENAK! ga tenang!

saya nggak gengsi untuk bilang bahwa saya ini hidupnya banyak banget 'coretan' masa lalunya. emang sih dulu sempet ngerasa minder dengan hidup yang banyak noda nya. sempet berpikir bahwa diri ini hina banget. tapi saya percaya bahwa masa depan saya masih suci dan lebih penting dari semua itu. saya ngelakuin ini karena saya gak mau lagi menyia2kan waktu saya, menyia2kan kualitas hidup saya. kalo bisa saya lakukan sekarang, kenapa harus nanti?

gak akan pernah kita sadar bahwa masa lalu itu perlu di cleansing, kalo kita ga bener2 interaksi sama hati kita, kalo kita ga bener2 ngebuka 'kotak2 pandora' hati kita, kalo kita ga bener2 pake hati nurani kita. saya juga dulu gitu, asal dilupa2in padahal ga pernah lupa. asal di maaf2in, padahal ga pernah bener2 maafin. asal keliatan tenang, keliatan gak apa2, fine. padahal sikap kayak gitu justru bikin kita memenjarakan perasaan itu lebih dalam *alah geuleuh gini bahasanya* . kalo udah semakin dalam, semakin masuk ke alam bawah sadar, yang ada kita ga bener2 bersikap dan berperilaku yang bener2 jujur dari hati kita. yang ada, 'perasaan masa lalu' itu lah yang tanpa kita sadari mengendalikan sikap dan perilaku kita. macam musuh dalam selimut. saya sudah mengalami itu sendiri.

memang, membukanya aja butuh keberanian besar. butuh energi besar. tapi pelan2, dengan niat yang kuat, dengan berpegang pada Yang Maha Membolak-balik Hati, pasti bisa. ingat, tujuannya untuk masa depan lebih baik :) Saya aja perlu menjalani 6 tahun untuk sadar bahwa ada yang salah di diri saya, 4 tahun untuk sadar bahwa saya harus cleansing, dan 20 bulan untuk saya benar2 berani bongkar2 si 'kotak pandora' itu loh. emang ga mudah.

alhasil, setelah saya clean, rasanya enak. BANGET! selain lebih ringan, kacamata kita yang tadinya 'kayak kuda' karena terlalu hati2, terlalu takut, dan tercetak oleh si masa lalu, jadi kebuka sangat lebar. kalopun urusan masa lalu saya ini lebih berat ke urusan laki2 dan percintaan, tapi untuk urusan lain di masa kini dan masa depan pun kerasa banget pengaruhnya. simplenya, yang tadinya omongan orang2 tertentu kita tolak, sekarang jadi lebih open-minded, lebih objektif menganalisis, lebih objektif mengambil keputusan. :)

Alhamdulillah kalo hati nya bener2 clean. kalo belum, yuk pada cleansing :) saya kebantu banget sama bukunya Ikhsanun Kamil Pratama (@canunkamil alias canun) dan Foezi Citra Cuaca Elmart (@fufuelmart alias Fu) yang judulnya Jodoh Dunia Akhirat. tersedia kok di toko2 buku sekitar kalian. *nih, saya bantuin promosi, nun! hahaha*

inget, ga usah so2 gengsi sama hati sendiri jadi ga mau ngaku atau bahkan ga mau interaksi sama hati loh ya, yang penting mah masa depan lebih baik, you only need to realize it first :)

Cleansing part #2

salah besar adalah ketika melangkah dengan masa lalu yang "bersisa". Yang disebut masa lalu itu adalah hal yang saat ini "ga ada lagi". Cukup ada di dalam memori sebagai suatu kenangan, bukan dilupakan karena memang tidak akan pernah bisa kecuali kita amnesia, karena sering kali kita lupa bahwa itu bukan lagi bagian dari masa kini, dan cukup hanya 'dikenang'. percaya atau tidak, ketika masa lalu itu terus kita 'geret', langkah kita ini jadi semakin berat, hidup ini jadi tidak bebas, pengambilan keputusan bisa jadi lebih emosional, dan hasilnya pun akan jadi penuh 'goresan'. ibarat bikin cap jempol, kalo jempol kita banyak sisa main tanahnya, pas pake tinta, cap jempolnya jadi banyak bekas tanahnya, sidik jari nya jadi kurang jelas. mending kalo masa lalunya bagus, lah kalo jelek?

pada saat proses cleansing dari 'sisa' masa lalu itu memang berat. saya harus menghabiskan banyak tissue, membiarkan mata saya bengkak, menguras energi sangat banyak, menghabiskan waktu berjam-jam, berhari-hari. mungkin juga ada yang menghabiskannya dalam berbulan2, who knows. buat saya yang perjalanan masa lalunya itu terpendam puluhan tahun, butuh waktu bertahun2 untuk sadar bahwa saya harus cleansing, butuh waktu berbulan2 untuk memberanikan diri untuk benar2 siap menjalani proses itu, dan butuh waktu berminggu2 untuk benar2 bisa mengikhlaskan diri.

sering kali kita merasa bahwa menyelesaikan masalah itu dengan orang-orang terkait sudah cukup. saya juga begitu. ternyata salah. karena meskipun sudah tuntas dengan orang2 terkait, saya masih merasa ada yang mengganjal di hati saya. kunci utamanya ternyata ada pada diri sendiri. bagaimana kita benar2 ikhlas bahwa rasa pahit, manis, asem, dan asin yang pernah kita rasakan adalah pemberian Allah sebagai bagian dari hidup kita. benar2 ikhlas, bukan diikhlas2in.

entahlah, tapi buat saya, orang yang sudah benar2 lepas dan bebas dari 'sisa' masa lalu itu, keliatan. keliatan dari cara dia bercerita tentang masa lalunya, dari intonasi bicara, dari mimik, dari tatapan mata, dari pilihan kata. mungkin saya bisa dibilang sotoy, tapi itu yang saya rasakan sebagai 'calon dokter' yang dilatih untuk mendalami perasaan 'pasien' saat anamnesa dan saat konseling.

maka, coba benar2 resapi lagi setiap bagian dari masa lalu itu. benarkah kita sudah benar2 ikhlas, atau masih diikhlas2in? percayalah, hidup jadi lebih mudah setelah kita benar2 clean. :)

*hari ini saya dengan syukur yang amat besar, mengatakan Alhamdulillah, segala puji hanya untuk Allah. saya sudah jauuhhh lebih ringan, lebih tenang, dan lebih siap menghadapi tantangan didepan. tidak ada lagi 'tirai' trauma yang menghalangi pandangan jiwa ini :)

Jumat, Agustus 30, 2013

#eaa mode on

Mohon ini jangan dianggap serius. Ini cuma becandaan saja yaah, tapi yah kalo masih dianggap serius juga gapapa lah. Siapa tau membantu. Hahahaha

X: ma, saya ini di mata kamu ini cowo kayak gimana sih?
Rima: hmmm apa yaa? Yang bagus apa yang jeleknya nih?
X: jeleknya!
Rima: jeleknya apa yaaaa? Satu sih yang saya liat...
X: apa apa apa?
Rima: kurang Cowo.
X: hah? oiya? Kenapa kamu bisa bilang gitu?
Rima: iya, soalnya cowo yang beneran itu bakal langsung menghadap bapak saya #eaaa hahaha
X: -_____-"

Kegejean di tengah malesnya bikin status famed :)) hahahaha

Minggu, Agustus 25, 2013

cleansing part#1

habis ungkap hal2 yang ngeganjel di hati, tapi masih ada yang nyisa. saya ternyata selama ini gak tahu fakta yang sesungguhnya.

jadi apa yang saya tahu? jadi apa yang selama ini saya rasa? jadi saya ini dianggap apa?
saya ini bukan piala bergilir yang sedang diperebutkan.

tiba2 ngerasa jadi kayak orang bodoh. dihadirkan diantara 2 fakta yang bertabrakan, antara ego2 yang bisa saya pahami alasannya, tapi tidak dapat disatukan.

ah, complicated.

Allah, make me strong enough to resolve these :'(

Minggu, Agustus 18, 2013

malu :'(

Hati lagi mendominasi diri. Alhasil, banyak hal yang ga seharusnya dibingungkan malah jadi bingung. Jalan yang sudah seharusnya jelas saya tempuh, saya malah ragu untuk melangkah. ditambah dengan bombardir bertubi2 dengan setumpuk masalah, membuat saya tidak sangup bergerak. rasanya cuma bisa berlutut dan bersujud. tidak mampu menahan tangis, tapi rasanya benci melihatnya.

malu harus menangisi hal yang sama terus menerus, lagi dan lagi, puluhan tahun, tapi itulah manusia, lemah. saya ini terlalu sombong sehingga menggunakan hati pun malu. saya ini terlalu tinggi hati sehingga melihat kelemahan diri pun marah. saya ini manusia, memang seharusnya meminta pada Sang Pencipta, bukan malah berpaling.




malu bisa ada di kondisi seperti ini.
pertama kali setelah sekian lama, saya benar-benar ga mampu mengendalikan hati dengan akal lagi. Allah...... :"(


maaf untuk terlalu ekstrovert, saya hanya gak ingin tampak palsu.

Senin, Agustus 05, 2013

He knows best :)

Kalo Allah ngasih perintah, itu berarti manusia semuanya sanggup ngelakuin itu. Yang bikin kita berat dan rasanya kayak ga sanggup adalah bisikan setan disekitar kita. Yang bikin ngeluh dan pengecualian kan kita juga, jadi pembenaran ujungnya. Jadi ga usah kebanyakan dirasa2, nanti ga jadi2 ujungnya. Kata bapak, kalo niatnya emang ibadah, cukup berdoa 'lahaula'. Kalo berdoa kepanjangan, nanti jadi cengeng, manja, bertele2. Allah tau yang terbaik yang kita perlukan, kok :)

Simpel kok :)

Kalo Allah jadi tujuan, apapun kondisinya, apapun rasa nya, ridho Allah tetep jadi yang utama. Mungkin orang akan bilang saya bego, tapi saya punya landasan yang insyaAllah kuat dan tidak terbantahkan. Ini cuma masalah sudut pandang.

Orang jadi takut, kaget, atau ragu karena jalan yang saya jalani. Mungkin buat mereka ini seperti mau  masuk hutan. Kalo ga punya peta dan petunjuk pasti takut. Justru disitu kuncinya, memfilter mereka2 yang serius dan punya peta itu.

Kalo kata fulki, 'cari jodoh itu kayak enzim, lock and key nya harus pas, super spesifik, ditengah milyaran manusia'. Prosesnya ga sesimpel yang dikira, tapi ga perlu dibikin ribet. Iya, atau nggak sama sekali.

Kamis, Juli 25, 2013

masa depan #2, be smart!

2 pertanyaan mendasar yang pertama kali ditanyain orang langsung ke saya. biasanya mereka langsung ngasih judgement dan nasihat sama kalimat2 saya sebelumnya, masih tentang pasangan hidup. baru kemarin2 nulis blog tentang "masa depan, kita yang tentukan :)", hari ini ditanyain habis sama temen2 sma pas kumpul buka bareng. hingga akhirnya pertanyaan ini literally terlontar, "milih yang pas di hati atau pas di logika?" dan "milih yang sudah kerja atau gpp masih kuliah?".

entah apa yang ada dipikiran orang-orang selama ini tentang saya, mungkin mereka berpikir "ah, kalo rima mah pasti nyarinya yang udah kerja". banyak yang langsung menasihati saya untuk "menurunkan standar" dan lain sebagainya. nampaknya mereka sudah membayangkan sendiri orang seperti apa yang saya cari. bukan menyalahkan, tapi khawatir ada yg salah presepsi. meskipun ini pertama kali ditanyain ke saya langsung, tapi pandangan ini udah lama saya yakini.

namanya keyakinan itu adalah hati yang diiringi ilmu, akal, dan amal. kalo hati aja yang dipake, ya namanya nafsu. kalau ilmu dan akal aja yang dipake, namanya tukang. kalo hati dan ilmu ga di iringi amal, namanya dusta. jadi ya harus seimbang semuanya. iya semuanya, atau nggak sama sekali. itu harga mati. Jodoh itu bukan asal nemu, tapi tentang keyakinan sama takdir Allah dan masa depan dunia akhirat. butuh kematangan dan keseimbangan didalamnya.

kerja itu cuma masalah waktu. kita ga bisa memaksa anak usia 6 bulan bisa berlari. cuma masalah kesabaran, kesiapan, dan ikhtiar menghadapi prosesnya. toh perempuan juga, tidak harus pernah berumah tangga supaya punya pengalaman mengatur rumah tangga, atau pernah jadi ibu untuk punya pengalaman dan kesiapan menjadi seorang ibu. yang penting kesiapan mental bersama menujunya. itu yang ayah saya selalu ingatkan, "yg penting, ketika komitmen itu dibangun, usaha tidak pernah berhenti dan mental siap menghadapinya."

baru beberapa hari yang lalu saya denger ceramah ustadz di tv yang bilang "selama saya mengkaji al-qur'an, belum pernah ada perintah Allah yang saya baca yang memerintah untuk mencari rejeki. yang ada adalah mencari bonus2 dari rejeki2 tersebut". memang, pada dasarnya, Allah ga akan pernah ngutang rejeki sama kita, besar kecilnya bergantung sama usaha kita. jadi gak perlu takut! be smart, ladies! :)

Senin, Juli 22, 2013

masa depan, kita yang tentukan :)

sambil nunggu download file2 koas, terpikir buat mencurahkan pikiran ini.

ga ada yang pernah tahu masa depan, ga ada yang pernah tahu takdir, tapi kita berhak memilih yang terbaik menurut kita. buat saya, menjalani pekerjaan dengan hati, dengan passion lebih berarti daripada sekadar mengerjakan sesuatu yang kita mampu kerjakan.

we are not workers, we are all artists. we make our life, we make the choices.

kenapa saya katakan begitu, karena memang pada dasarnya seberapa tinggi kualitas kita, seberapa banyak pilihan yang ada juga bergantung pada diri kita sendiri. kita bisa saja membuat pilihan yang banyak dari profesi yang tersedia, tapi kita juga yang mengeliminasi pilihan itu satu persatu hingga kita galau dalam 2 atau 3 pilihan. kita juga yang menentukan berapa banyak energi yang akan kita habiskan untuk sebuah produktivitas. produktivitas yang berujung pada kebermanfaatan dan ilmu yang kita punya.

termasuk dalam memilih jodoh. *maaf topik akhir2 ini sering mengarah, maklum faktor usia*
kita berhak memilih siapa yang menjadi jodoh kita, bukan untuk mengingkari takdir Allah, tapi pada dasarnya jodoh yang sudah Allah tentukan itu yang bisa kita perlahan ubah. bukan mengubah orangnya, tapi kualitas orangnya. karena ketika memilih jodoh, kita tidak mencari seseorang berdasar nama, tapi kualitas iman dan kualitas hidupnya. saya tidak setuju kalau ada wanita2 yang pasrah menerima seseorang karena yang ada itu saat itu, atau karena merasa 'saya juga masih begini, kenapa harus mencari yang sehebat itu'. atau kalau pria2 malah mundur dari seseorang yang dia kagumi karena merasa wanita itu 'ketinggian'. jika niatnya lillahi ta'ala, maka seharusnya yang tadinya ada rasa 'ketinggian' atau pasrah, itu jadi pemicu untuk masing2 individu berupaya menjadi lebih baik dimata Allah. ketika 2 orang yang bisa sama2 bersaing tanpa merasa ada yang superior atau inferior, sinergi positif akan dibentuk, perintah Allah untuk 'berlomba-lomba dalam kebaikan' tidak akan hentinya ada diantara keduanya.

pernikahan adalah proses menggabungkan 2 mimpi. bagaimana kamu bisa percaya mimpi kamu bisa terwujud kalau pasangan kamu ga bisa membuat kamu yakin bahwa bersamanya sanggup wujudkan itu. kecuali kamu punya mimpi biasa saja, maka kamu akan mencari 'common people'.

berbeda dengan mereka2 yang punya mimpi besar, mereka akan lebih memilih untuk mencari pasangan, karena mimpinya adalah tujuan hidupnya, alasan dia bahagia menjalani hidup. "ada wanita hebat dibalik pria hebat" itu terjadi karena sinergi positif itu. bukan semata2 memilih orang hebat dan "yes, you will be someone behind me" macam milih wakil ketua, tapi perlu chemistry positif itu. chemistry itu ga akan dibentuk kalau keduanya ga se-level. itulah kenapa di Al-quran tertulis, 'wanita baik2 untuk pria baik2'.

bukan saya mengajak wanita2 bertinggi hati merasa berhak memilih, tapi pikirkan kembali baik2, apa mimpi dalam hidupmu. jangan biarkan hidupmu terjatuh hanya pada rasa yang abstrak itu. sesungguhnya kualitas keluarga menentukan kualitas umat. keluarga adalah sekolah pertama bagi anak2. maka kualitas semangat, nilai, dan mimpi keluarga menjadi penentu kualitas anak2 dan umat. terlalu banyak keluarga yang terbentuk 'awet rajet' tanpa arah dan tujuan, hanya berlandaskan rasa, yang menghasilkan anak2 yang tak karuan. rasa itu Allah yang punya, yang bisa seketika Allah bolak balikan. tapi komitmen bersama, mimpi bersama, adalah hal yang dibuat manusia dan harus terus dipegang. jikapun itu harus berubah, perubahan bersama lah yang harus disesuaikan.

mungkin terdengar sangat berlogika. ingat, kita ini seniman dalam hidup kita. bukan hanya bermain sains, logika, atau rumus, tapi juga ada hati didalamnya yang passionate dan tak lelah bermimpi. :)
chemistry itu tidak akan terbentuk kalau tidak se-frekuensi atau se-level. semoga kita bisa menemukan orang-orang terbaik di hidup kita untuk sama2 bersinergi terus untuk jadi lebih baik dimata Allah.


*terima kasih MSG sudah menginspirasi saya hingga mendapat energi ini. hidupmu terlalu berharga untuk dihabiskan segitu2 saja*

Rabu, Juli 03, 2013

life is Allah's love

ternyata kenyataan pahit masa lalu lah yang membawa saya pada titik ini. titik dimana saya ketakutan menghadapi hidup. masa dimana saya mau tidak mau harus menjalani hidup mandiri. saat hidup mulai mencari pegangan, saat hidup mencari pelengkap hati, saat hidup mencari pengokoh jiwa, semata2 untuk ridhoNya.

jika dulu saya trauma dan memilih untuk diam, kali ini ada hal lain yang membuat saya lebih takut, efektivitas dan produktivitas +2/3 hidup saya. mau tidak mau, saya gak bisa terus jadi beban keluarga saya. masa depan yang Allah ridhoi yang menjadi ketakutan terbesar saya. sekuat apakah saya hingga bisa meraih itu sendirian? sehebat apakah saya hingga bisa menghadapi ujian dan cobaan sendirian? keraguan akan diri sendiri, kesadaran akan kecilnya diri ini membuat trauma itu hanya jadi pelajaran hidup buat saya.

dulu saya kira ini akan terus terjadi hingga saya mengakhiri hidup. rasa sakitnya masih terus terasa. tapi pandangan hidup tidak selamanya sama. Alhamdulillah Allah beri saya petunjuk dan keikhlasan. Akhirnya.

dulu saya kira Allah tega banget ngasih saya hidup sepahit itu, saya harus hadapi kepahitan di usia sekecil itu. tapi justru proses itulah yang satu persatu mengajarkan saya menjadi wanita tegar, logis, lebih menjaga emosi dan hati, dan menjaga cinta padaNya. ternyata ini semua benar2 bukti cinta Allah pada saya, bukan semata2 memberikan ujian dan cobaan. akhirnya saya paham bahwa hidup ini hanyalah cinta Allah semata. sudah selayaknya kita membalas cinta itu dengan cara yang Ia cintai. :)

Rabu, Mei 22, 2013

Fact of life

Bapak bilang, "ini kenyataan hidup, nak. Harus kamu hadapi."
Tapi aku masih terus bertanya, "pak, kenapa kenyataan ini begitu pahit? Aku takut menghadapi hidup kalau begitu".
Bapak pun diam tertegun. "Buka hatimu. Ikhlaskan. Kamu tidak bisa terus hidup seperti itu karena hidup tidak selamanya seperti itu".
"kalau aku bisa, pak, sudah dari dulu aku lakukan".

Mungkin sedih hati bapak saat itu melihat anak perempuan satu2nya terluka amat dalam. Maaf, pak. Tapi sekarang saya belum sanggup melupakan kejadian2 itu. Satu persatu itu juga menyakiti saya, sampai hari ini. Tapi jangan khawatir, saya akan tetap sayang bapak :')

Popular