Sabtu, Februari 20, 2010

mulai lelah....

aku akan terus berlari
dengan ataupun tanpa kalian
aku akan terus berjalan
meski tak bersama kalian

tapi sungguh,
hati ini berkata,
kejarlah aku.....
agar kita bisa bersama mendirikan tiang tiang perubahan,
menjadikan nya kokoh dengan fondasi yang kuat,
demi kehidupan yang lebih baik...

*inspired by : fulki fadhila

Kamis, Februari 18, 2010

aku bangga menjadi bagian dari sejarah ini...















biarlah syukur ini melekat dihatiku
biarlah bangga ini hadir di tiap memoriku
memori tentangmu....

















yaa, kami bukanlah super hero yang mampu melakukan semuanya...
kami hanyalah sebuah keluarga yang melakukan semuanya dengan cinta yang sederhana..
















tak pernah terpikirkan untuk menjadi seperti sekarang ini...
and it's because of you.....
'Cause there's somethin' in the way you look at me
.................
You made me believe that there's nothing in this world I can't be
I never know what you see
But there's somethin' in the way you look at me

thats why i can stand..
thats why i can survive..


"aku bangga menjadi bagian dari sejarah ini..."


kini,,
aku pergi tuk berbagi..
aku pergi tuk mencari tanya hati..
aku pergi tuk mengabdi..


P&K # 28
sekali P&K, selamanya P&K..^^

Selasa, Januari 19, 2010

tentang separuh jiwaku.. :)

setiap orang pasti punya kenangan tersendiri terhadap orang tua. begitu pula aku.
kadang aku kesal, benci, marah, menangis karenanya.
ya, aku tahu aku tak boleh melakukan itu, dosa hukumnya.
lalu apa lagi yang harus kulakukan jika itu memang kurasakan? aku hanya sanggup berusaha menekan rasa itu.

tapi sesungguhnya, aku sungguh menyayangi mereka.
semoga Allah senantiasa menjaga dan memberkahi serta memberikan rahmat pada mereka.

aku ingat kata2 seorang guru olahraga ku di SMA dulu. dia bilang, "kenapa kalo curhat harus sama temen, sih? kenapa ga sama orang tua aja? atau kakak gitu... toh mereka yang mengenal kita, melihat segala perkembangan dan perubahan kita. kenapa harus sama orang yang baru setahun dua tahun kenal?"
dari situlah aku mulai membuka hatiku lagi untuk kedua orang tuaku, khususnya ibuku.
seseorang yang selalu menjadi guru, teman, sahabat, orang tua, dan segalanya bagiku.

hari itu, aku mimpi ibuku meninggal dan aku sadar bahwa itu mimpi ketika aku bangun dan mencari ibu. ternyata dia masih ada di dapur.
tahukah kalian bagaimana rasanya? seperti nyata!
tapi akubelajar banyak dari mimpi itu.
selalu membahagiakannya, tidak pernah lagi membuatnya sedih, kecewa, atau bahkan menangis.
membuat aku bertekad untuk belajar setiap kegiatan yang ibu lakukan dirumah, agar kalau ibu tidak ada, aku bisa melakukannya dan aku bisa membantunya sehari-hari.
melakukan segala yangterbaik dariku untuknya.

sejak saat itu, aku sangat sadar bahwa ibu-lah separuh jiwaku. bukan pria2 di luar sana yang, ceritanya, aku keceng, bukan kakak2ku yang sangat ku sayang, ataupun ayahku.

jika aku bisa kokoh, itu karena ia orang yang tegar
jika aku bisa menjadi anak yang pandai, itu karena ia orang yang cerdas
jika aku bisa menjadi sosok yang kuat, itu karena ia orang yang tangguh
jika aku bisa memiliki rasa empati yang tinggi, itu karena ia orang yang berhati lembut
jika aku bisa mempunyai niat yang tulus, itu karena ia orang yang selalu tulus dan tak hentinya menyayangiku

di saat2 tersedih dalam hidupku, dipangkuannyalah aku menangis.
di saat2 terindah yang kualami, dialah yang paling pertama kubagi kebahagiaan itu.
apa yang sahabat2ku tahu adalah tentang superfisial dariku. hanya ia yang paling tahu tentang aku.
ia lah pemberian ALLAH yang paling berharga bagiku.
ia lah harta terindah yang ALLAH hadiahkan untuk hidupku di dunia ini.
terimakasih, ya ALLAH.
akan ku jaga ia selalu hingga maut memisahkan kami. insyaAllah.

*aku sayang mama* :)

Kamis, Januari 07, 2010

ujian tersulit dalam hidup

ujian tersulit dalam hidup yang pernah aku alami adalah
bagaimana menghindari sesuatu yang sangat kita cintai tapi kita tak boleh mencintainya.......
hanya mampu istighfar sebanyak banyaknya...
berusaha menghindari cinta itu dan berdoa kepada Allah,, Maha Pembolak-balik hati..
ujian SPMB, MDE, OSCE, SOOCA, UAN, apapun itu tak sesulit ujian yang satu ini..
yang hingga hari ini aku masih belum bisa lulus rasanya..

Rabu, Desember 02, 2009

secercah dari peta pengabdian ku yang masih belum tertata rapih

Kali ini hanya sekedar curahan dari hati yang sudah cukup lama diam. Saat hati ini dipertanyakan keberadaannya, saat itu juga hati ini di tanya akan kemana esok. Bagaimana harus menjawab jika hati ini saja entah ada dimana. Yaa, carilah dulu hati itu atau kau tanyakan saja pada peta pengabdianmu.
Ketika hati ini mulai sadar bahwa ia satu saat pasti sendiri untuk meneruskan perjuangan yang telah dirintis dan harus melangkah bersama teman yang baru bersama hati – hati yang baru, yang ditakutkan oleh hati yang belum siap adalah hati yang merindukan jiwa yang lama. Tapi inilah hidup. Ada yang datang, ada yang pergi, dan ada yang bertahan. Tak pernah ada yang salah dengan ini. Mungkin benar, hanya peta pengabdian yang berbeda. Yaa, sebuah rancangan akan pengabdian diri untuk ummat.
Seorang ayah pastilah ingin anaknya menjadi yang terbaik. Namun perspektif yang kita miliki berbeda. Ia berharap banyak akan tanggung jawab yang kupegang, berharap bahwa anaknya ini mampu lebih dewasa dan mengemban tanggung jawab lebih. Tapi dengan tulus ikhlas, aku mohon maaf, karena itu bukan tujuan hidupku. Mengembangkan kepemimpinan? yaa. Tapi bukan itu cara yang akan ku tempuh. Aku masih terpikir akan sebuah perjuangan yang telah dijalani oleh seorang yang sangat ku kagumi. Ia mendidik ribuan mahasiswa menjadikan mereka orang2 hebat. Tapi ia masih tetap rendah hati dan penuh ikhlas membina. Dulu aku ingin menjadi seperti mereka. Dan Allah telah menghadapkanku dengan tawaran yang nyata untuk berlatih menjadi pendidik disini. Pembina yang tidak kecil dan itulah ajang pelatihanku.
Lalu sekarang hati ini ditanya, akan kemana esok?
Haruskah aku mencari zona tidak nyamanku untuk mengembangkan diri menjadi lebih hebat dan kuat? Jawabanku adalah BIG NO NO. Menjadi lebih hebat dan kuat tak harus pergi dari zona nyaman. Rancangan pengabdian ku untuk ummat ada disini, didepan mataku, dihadapan ku. Jadi untuk apa aku pergi? tak ada yang salah jika aku tetap bertahan. Karena yang aku cari ada disini. Percayalah, orang besar itu ada, berawal dari ia yang menekuni satu hal kecil saja, tapi istiqomah. Dan aku akan mencoba menjadi orang itu. Meski tanggung jawab yang ku pegang masih sama besar dengan yang lalu, setidaknya ini adalah kesempatan untuk memperbaiki segala kesalahan dan kekurangan yang ada dulu.
Haruskah aku mengabdi di tempat yang aku sendiri tak tahu apakah ada hatiku disana? Jawabanku adalah BIG NO NO. aku tak akan melepas prinsipku, bahwa “ketika seseorang bekerja dengan otot saja, ia lah tukang. Ketika ia bekerja dengan otot dan otak, dia adalah buruh. Tetapi ketika ia bekerja dengan menggunakan otot, otak, dan hati, ialah seniman hebat.” Yang membedakan seorang pengabdi dan pekerja adalah hati. Aku ingin menjadi pengabdi, bukan pekerja. Tak hanya pada dunia, pada agama, bangsa, dan tentunya dengan ridhaNya. Dan aku tahu bahwa hatiku telah terjala disini. Hatiku telah terikat disini. Lalu untuk apa aku mencari sesuatu yang tak pasti untuk berada di tempat lain?
Yaa, aku tahu, aku tak segemilang yang lain. Tapi setidaknya aku masih punya hati dan jiwa untuk mengabdikan diri. Daripada tidak punya apa2. Hohoho.
Inilah jawaban yang ingin ku lontarkan padamu, tapi aku tak sanggup. Aku tak berani melukai hati yang dengan ikhlas menyayangiku insyaAllah, lillahi ta’ala.



itu adalah tulisanku beberapa minggu yang lalu. dan sekarang, seseorang menawarkan sebuah amanah yang sangat besar untukku. dan tiu tak pernah tercantum di peta hidupku. harus apa aku ini??
aku takut setengah mati. sampai sekarang, aku terus berputar2, berpikir... kalau saja dia yang lain mau mengemban amanah besar itu.....
tapi aku rasa benar, aku harus mencoba meluaskan zona tidak nyamanku, tapi di tempat yang sama. bagaikan menggali di lubang yang sama. aku menggali terus sampai tak bisa lagi. dan menurutku itu lebih baik daripada menggali lubang yang berbeda2, tersebar dimana2, tapi belum tentu airnya keluar. ^^
hanya saja yang jadi masalah adalah, aku terlampau kecil, bodoh dna lemah untuk amanah yang ditawarkan. sungguh. jantung aku berdegup kencang (kaya lagi dugem).
gyaaaaaaaaaaaaaaa........ *stress

Popular