Selesai ujian konseling, saya udah pasrah aja. Yang ada di pikiran saya selama konseling cuma "just be you as always". Ga tau gimana perasaan ibu yg tadi konseling sama saya, tapi saya cuma berharap apa yang saya lakukan tadi bisa bermanfaat untuk ibu nya. Udah ga mau mikirin "angka" lagi. Kali ini mesti mikirin kebermanfaatan dengan benar, insyaAllah ngikut da nilai mah.
Tinggal ujian akhir famed!
Me loveee you, public health department! So, be kind :)
Tapi asa jadi saya yg kudu dikonseling ini teh :)) hahahaha
Selasa, September 03, 2013
Popular
-
Konyol memang kalau diingat. Dulu, waktu masih sangat aktif berorganisasi saya tergabung kedalam 2 organisasi besar di fakultas kedokteran s...
-
One day, a teacher said to me, “you’re still a stem cell. You are still looking for your life, looking for what you are going to be…” In ...
-
Yesterday was a big day for us. we had a big football match celebrated all over Indonesia. Indonesia Super League was coming in to the fina...
-
Now, I am at my zero point. Resilient. That is what a warrior needs. Adapt. That is what a traveler should have. Thrive. To live in this wil...
-
diam sejenak di mushola Asy-syifaa yg di a1. tiba2 tertarik liat keluar jendela. ijo, sejuk, asri, suka liatnya. tapi gak cuma persepsi itu...