Selasa, September 03, 2013
Too small
Saya ga suka kalo ada orang beranggapan "i am too small for your big dream". Sedihnya, kok saya kayak pengen bilang gitu sekarang. Saya emang penakut, tapi saya harus mencoba berusaha kalo saya mau. I need to learn more from now, i think :)
Konseling
Selesai ujian konseling, saya udah pasrah aja. Yang ada di pikiran saya selama konseling cuma "just be you as always". Ga tau gimana perasaan ibu yg tadi konseling sama saya, tapi saya cuma berharap apa yang saya lakukan tadi bisa bermanfaat untuk ibu nya. Udah ga mau mikirin "angka" lagi. Kali ini mesti mikirin kebermanfaatan dengan benar, insyaAllah ngikut da nilai mah.
Tinggal ujian akhir famed!
Me loveee you, public health department! So, be kind :)
Tapi asa jadi saya yg kudu dikonseling ini teh :)) hahahaha
Tinggal ujian akhir famed!
Me loveee you, public health department! So, be kind :)
Tapi asa jadi saya yg kudu dikonseling ini teh :)) hahahaha
Minggu, September 01, 2013
"Tapi"
Life is not easy, but not that hard.
Kebanyakan orang indonesia itu kalo bermimpi ada 'tapi' nya. Kebanyakan khawatir dengan hal yg belum terjadi. Kebanyakan takut nya. Kebanyakan nonton film horor siih. Hahahaha *apa hubungan nya?
cleansing part#3
lucu. mungkin ada yang mengira saya cleansing untuk urusan 'percintaan', karena ada yang deketin saya, karena saya pengen buru2 nikah, atau lain sebagainya. bukan bukan. jelas sekali bukan.
memang benar, ini ada kaitannya dengan saya memandang laki2. memang benar, ini ada kaitannya dengan urusan percintaan itu. tapi alasan sebenar2nya alasan adalah saya takut hidup dalam ketakutan, saya takut hidup dalam kedengkian, saya takut hidup sebagai anak durhaka, saya takut hidup sebagai si 'asumtif' yang curigaan. percaya atau nggak, itu SANGAT GA ENAK! ga tenang!
saya nggak gengsi untuk bilang bahwa saya ini hidupnya banyak banget 'coretan' masa lalunya. emang sih dulu sempet ngerasa minder dengan hidup yang banyak noda nya. sempet berpikir bahwa diri ini hina banget. tapi saya percaya bahwa masa depan saya masih suci dan lebih penting dari semua itu. saya ngelakuin ini karena saya gak mau lagi menyia2kan waktu saya, menyia2kan kualitas hidup saya. kalo bisa saya lakukan sekarang, kenapa harus nanti?
gak akan pernah kita sadar bahwa masa lalu itu perlu di cleansing, kalo kita ga bener2 interaksi sama hati kita, kalo kita ga bener2 ngebuka 'kotak2 pandora' hati kita, kalo kita ga bener2 pake hati nurani kita. saya juga dulu gitu, asal dilupa2in padahal ga pernah lupa. asal di maaf2in, padahal ga pernah bener2 maafin. asal keliatan tenang, keliatan gak apa2, fine. padahal sikap kayak gitu justru bikin kita memenjarakan perasaan itu lebih dalam *alah geuleuh gini bahasanya* . kalo udah semakin dalam, semakin masuk ke alam bawah sadar, yang ada kita ga bener2 bersikap dan berperilaku yang bener2 jujur dari hati kita. yang ada, 'perasaan masa lalu' itu lah yang tanpa kita sadari mengendalikan sikap dan perilaku kita. macam musuh dalam selimut. saya sudah mengalami itu sendiri.
memang, membukanya aja butuh keberanian besar. butuh energi besar. tapi pelan2, dengan niat yang kuat, dengan berpegang pada Yang Maha Membolak-balik Hati, pasti bisa. ingat, tujuannya untuk masa depan lebih baik :) Saya aja perlu menjalani 6 tahun untuk sadar bahwa ada yang salah di diri saya, 4 tahun untuk sadar bahwa saya harus cleansing, dan 20 bulan untuk saya benar2 berani bongkar2 si 'kotak pandora' itu loh. emang ga mudah.
alhasil, setelah saya clean, rasanya enak. BANGET! selain lebih ringan, kacamata kita yang tadinya 'kayak kuda' karena terlalu hati2, terlalu takut, dan tercetak oleh si masa lalu, jadi kebuka sangat lebar. kalopun urusan masa lalu saya ini lebih berat ke urusan laki2 dan percintaan, tapi untuk urusan lain di masa kini dan masa depan pun kerasa banget pengaruhnya. simplenya, yang tadinya omongan orang2 tertentu kita tolak, sekarang jadi lebih open-minded, lebih objektif menganalisis, lebih objektif mengambil keputusan. :)
Alhamdulillah kalo hati nya bener2 clean. kalo belum, yuk pada cleansing :) saya kebantu banget sama bukunya Ikhsanun Kamil Pratama (@canunkamil alias canun) dan Foezi Citra Cuaca Elmart (@fufuelmart alias Fu) yang judulnya Jodoh Dunia Akhirat. tersedia kok di toko2 buku sekitar kalian. *nih, saya bantuin promosi, nun! hahaha*
inget, ga usah so2 gengsi sama hati sendiri jadi ga mau ngaku atau bahkan ga mau interaksi sama hati loh ya, yang penting mah masa depan lebih baik, you only need to realize it first :)
inget, ga usah so2 gengsi sama hati sendiri jadi ga mau ngaku atau bahkan ga mau interaksi sama hati loh ya, yang penting mah masa depan lebih baik, you only need to realize it first :)
Cleansing part #2
salah besar adalah ketika melangkah dengan masa lalu yang "bersisa". Yang disebut masa lalu itu adalah hal yang saat ini "ga ada lagi". Cukup ada di dalam memori sebagai suatu kenangan, bukan dilupakan karena memang tidak akan pernah bisa kecuali kita amnesia, karena sering kali kita lupa bahwa itu bukan lagi bagian dari masa kini, dan cukup hanya 'dikenang'. percaya atau tidak, ketika masa lalu itu terus kita 'geret', langkah kita ini jadi semakin berat, hidup ini jadi tidak bebas, pengambilan keputusan bisa jadi lebih emosional, dan hasilnya pun akan jadi penuh 'goresan'. ibarat bikin cap jempol, kalo jempol kita banyak sisa main tanahnya, pas pake tinta, cap jempolnya jadi banyak bekas tanahnya, sidik jari nya jadi kurang jelas. mending kalo masa lalunya bagus, lah kalo jelek?
pada saat proses cleansing dari 'sisa' masa lalu itu memang berat. saya harus menghabiskan banyak tissue, membiarkan mata saya bengkak, menguras energi sangat banyak, menghabiskan waktu berjam-jam, berhari-hari. mungkin juga ada yang menghabiskannya dalam berbulan2, who knows. buat saya yang perjalanan masa lalunya itu terpendam puluhan tahun, butuh waktu bertahun2 untuk sadar bahwa saya harus cleansing, butuh waktu berbulan2 untuk memberanikan diri untuk benar2 siap menjalani proses itu, dan butuh waktu berminggu2 untuk benar2 bisa mengikhlaskan diri.
sering kali kita merasa bahwa menyelesaikan masalah itu dengan orang-orang terkait sudah cukup. saya juga begitu. ternyata salah. karena meskipun sudah tuntas dengan orang2 terkait, saya masih merasa ada yang mengganjal di hati saya. kunci utamanya ternyata ada pada diri sendiri. bagaimana kita benar2 ikhlas bahwa rasa pahit, manis, asem, dan asin yang pernah kita rasakan adalah pemberian Allah sebagai bagian dari hidup kita. benar2 ikhlas, bukan diikhlas2in.
entahlah, tapi buat saya, orang yang sudah benar2 lepas dan bebas dari 'sisa' masa lalu itu, keliatan. keliatan dari cara dia bercerita tentang masa lalunya, dari intonasi bicara, dari mimik, dari tatapan mata, dari pilihan kata. mungkin saya bisa dibilang sotoy, tapi itu yang saya rasakan sebagai 'calon dokter' yang dilatih untuk mendalami perasaan 'pasien' saat anamnesa dan saat konseling.
maka, coba benar2 resapi lagi setiap bagian dari masa lalu itu. benarkah kita sudah benar2 ikhlas, atau masih diikhlas2in? percayalah, hidup jadi lebih mudah setelah kita benar2 clean. :)
*hari ini saya dengan syukur yang amat besar, mengatakan Alhamdulillah, segala puji hanya untuk Allah. saya sudah jauuhhh lebih ringan, lebih tenang, dan lebih siap menghadapi tantangan didepan. tidak ada lagi 'tirai' trauma yang menghalangi pandangan jiwa ini :)
Langganan:
Postingan (Atom)