Akhir2 ini saya sering ngobrol sama temen SMA saya, friza, tentang banyak hal. Menariknya, saya mulai berani diskusi masa depan sama temen baru ini. Ya, buat saya cukup baru untuk saya bisa diskusi sejauh itu. Dari dia saya belajar yang namanya menikmati hidup. Bukan berarti selama ini saya gak menikmati, tapi hidup cuma sekali, lakukan apa yang bisa bikin kamu senang dan kamu mau. Sesuai koridor tentunya.
Selama ini saya menanggap hidup terlalu berat rasanya. Termasuk tentang hidup saya 5 tahun kedepan, kalo harus sekolah lagi, kapan ngambilnya, dimana dan gimana, dll. Dari orang ini saya belajar realistis dan lebih fleksibel. Katanya, Siapkan banyak plan pun, pada akhirnya kita milihnya di hari-H kok. Kondisi saat ngambil keputusan sangat ngaruh. Whether saya milih ikuti pemikiran dia atau nggak untuk hal ini, saya butuh orang2 macam ini yang hidupnya 180 derajat beda sama saya buat jadi masukan, at least reliever. Thank you, brader ! :)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Popular
-
Konyol memang kalau diingat. Dulu, waktu masih sangat aktif berorganisasi saya tergabung kedalam 2 organisasi besar di fakultas kedokteran s...
-
seminggu yang lalu saya baru saja menyelesaikan satu minggu penuh sebuah kursus mengenai ilmu genetika klinis. saya belajar dimulai dari da...
-
A lot of things came into my life. Harus dipahami bahwa saya ada di fase transisi hidup, antara mahasiswa yang beranjak dewasa dan manusia d...
-
One day, a teacher said to me, “you’re still a stem cell. You are still looking for your life, looking for what you are going to be…” In ...
-
Kalo Allah jadi tujuan, apapun kondisinya, apapun rasa nya, ridho Allah tetep jadi yang utama. Mungkin orang akan bilang saya bego, tapi say...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar