Selasa, Desember 04, 2012

Belanda dan sekelebat pertanyaan

Belanda, si negri tulip, katanya. Padahal, tahukah kalian kalau, konon, bunga tulip terindah adanya di turki. Kenapa aku bilang 'konon'? Karena aku juga ga tau turki. hehehe
Belanda, si negri kincir angin. Mungkin saking rendah datarannya, saking panasnya disana, kipas angin ditaro dimana2 gitu ya, kayak di dufan. *udik*

Sejarah bilang, belanda adalah bangsa yang menjajah Indonesia. Pengaruhnya luar biasa sekali. Bahkan, nama budaya yang berkembang di Jakarta, betawi, itu berasal dari istilah Batavi atau orang Romawi menyebutnya Batavia. Mungkin kita gak pernah berusaha cari tau, kenapa sejarah menamainya itu. Ternyata itu adalah nama para sesepuh jerman yang tinggal berbatasan dengan Belanda, hanya dipisahkan oleh sebuah sungai. Sekarang, area itu sudah jadi bagian dari Belanda. Padahal, suku asli di Jakarta atau Sunda Kelapa, adalah orang sunda juga. Jadi sebenernya budaya betawi itu dari Belanda kah? Budaya seperti apa yang masuk itu sebenernya?

350 tahun sungguh waktu yang tidak akan pernah singkat untuk sebuah penderitaan bangsa kami, tapi menjadi sekejap untuk kami belajar dari perkembangan mereka. Mulai dari ilmu sains, sosial, ekonomi, sampai sepak bola. Nampaknya sangat sulit untuk kami belajar dari mereka. Bukan aku yang mengatakan begitu, tapi kenyataan yang mengesankan begitu.

Orang muslim, apalagi berjilbab, sulit survive di eropa, katanya. Saya ingin melihat sendiri apa yang sebenarnya terjadi disana. Bagaimana kehidupan sosial mereka, cara mereka menjadi yang terbaik versi mereka. Selain itu, jadi hal yang menarik bila bisa belajar bagaimana bertoleransi dalam beragama di negara yang sekuler, masalah yang juga banyak terjadi disekitar kita.

Banyak hal yang menurut aku misterius dari negara dan bangsa tersebut. Kalo secara geografis mungkin tidak terlalu istimewa, tapi aku kira kekuatan mereka ada pada sistem dan sdm. Meskipun hidup di tanah rendah, mereka nampak sangat optimal menjalani itu. Mungkin karna 1 hal, they admit their weaknesses, so they try to be stronger and stronger. Beda kali ya, sama orang Indonesia yg terlalu arogan merasa bangsa ini punya potensi besar tapi jadinya menye2. Kurang kesadaran akan ancaman bisa jadi. *abis ini pasti banyak yg punya sejuta penolakan atas kalimat itu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular