Senin, Maret 28, 2011

bapak-ibu

tadi pagi saya seperti biasa pergi ke kampus diantar bapak sampai cibiru, tempat saya naik angkot. di motor, saya lihat punggung, pundak dan rambut beliau. sudah tak segagah dulu, sudah tak se-bugar dulu. bapak sudah banyak uban nya. meski ia terhitung kuat di usianya yang setengah abad itu, tapi tak dipungkiri bahwa waktu perlahan memakan kekokohan tubuhnya.

Saya merasa masih kecil. merasa masih harus berlindung di ketiak ibu, berada dibalik punggung bapak, bahkan untuk sekedar menghadapi persoalan akademik. tapi sampai kapan terus seperti ini? saya benar-benar harus mandiri. tak mampu di pungkiri, sosok yang kuat dan tegar itu suatu saat akan renta termakan usia. saya yang akan menjadi tumpuan harapan mereka, yang diharapkan mampu merawat mereka kelak, karena saya adalah satu-satunya anak perempuan mereka. jika saya masih seperti ini, kasihan mereka.

tak sanggup hati ini membayangkan jika suatu hari nanti saya harus melihat mereka, yang sebelum nya mampu membanting tulang demi kehidupan saya, harus tergopoh-gopoh hanya untuk mengambil segelas air untuk minum, harus berjuang keras menghidupi dirinya sendiri. Ya Allah, berikan mereka kesehatan, kekuatan, dan ridha-Mu untuk menjalani amanah-Mu di dunia ini...Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Popular