Selasa, Oktober 29, 2013

Comes back!

Saya kebanyakan pake hati sekarang. Oke baiklah, super woman should be back!
Mau banget saya dengan logika yg baik. Mau banget saya dengan emosi yg stabil. Dan mau banget saya dengan iman yang kuat.


Hap! hap! hap!

Superwoman comes back!

Senin, Oktober 28, 2013

Never give up, since the first time!

Saya selalu jadi orang pertama yg nyerah. Saat orang2 berusaha ngelakuin yg terbaik, saya masih berpikir ulang untuk melakukannya.
Saya selalu jadi orang pertama yg berpikir negatif. Saat orang2 menganggap dunia itu indah, saya masih berusaha meyakinkan diri bahwa keindahan itu ada di suatu tempat di dunia ini.
Saya selalu jadi orang yang merendahkan diri. Disaat orang2 berpikir untuk mengatasi resiko sampingan, saya masih berpikir apakah saya benar2 layak mendapatkan itu.
Saya selalu menyerah diawal untuk hal yang belum jelas kenyataannya, hanya karena saya takut sakit, saya takut jatuh, saya takut gak bisa bangkit, dan saya takut malu.

Tapi kali ini, untuk pertama kalinya saya bilang, "bismillah, lahaula walaa kuwata illa billah". Saya tidak pernah benar2 menyerah, tidak pernah benar2 takut, tidak pernah ragu sedikitpun. Saya tidak pernah berpikir sedikitpun untuk mundur sejak awal. I have no 'but'. Jika Allah takdirkan, maka selalu ada jalan terbaik. Jika Allah ridhoi, selalu ada kemudahan dijalanNya. Ini ikhtiar saya, cara saya berjuang.

Ngeluh koas

Saya kira, saya ini orang paling negatif sedunia. Saya kira, ngeluh ke temen itu ga masalah. Ternyata saya salah. Kelamaan ga curhatin masalah kerjaan sama orang bikin saya udah masuk ke tahap acceptance. sekarang mesti dengerin keluhan orang, rasanya pengen bilang, "woyyy lu lebay bangettt" dan sangat mengiyakan adanya 'pragmatisasi' di koas. Semua yang dibahas adalah nyalahin orang. Lah, lu sendiri kemana ajaaa???

Saya ga sadar pernah atau nggak ngeluh kayak gitu, tapi rasanya sampe stase terakhir ini ga ada niatan untuk sama sekali nyalahin sistem ataupun orang lain. Sistem tidak sempurna, tapi sistem ini terus dikembangkan itu wajar. Saya cuma menyayangkan banyak orang ga paham apa yg sedang mereka jalani, banyak yang ga ngambil hikmah dari yg dia jalani. Itu ga wajar.

Jumat, Oktober 25, 2013

Kontemplasi hidup

Disini kita belajar menjadi "si pluripotent"
Disini kita belajar menjadi "eightcellent"
Disini kita bersama dalam "togeighter"
Disini kita berjuang menjadi S.A.T.U (Solid.Aktif.Teladan.Unggul), juara SATU Olymphiart 2011
Tidak hanya bersama, tapi solid sebagai satu keluarga
Tidak hanya Aktif, tapi terencana sebagai Agenda Melegenda
Tidak hanya menjadi yang Unggul, tapi juga contoh yang baik bagi generasi berikutnya kelak


Kawan,
Masih ingatkah kalian, saat bersama2 kita menjadi 'public enemy'?
Masih ingatkah kalian, saat bersama2 kita berupaya menjadi pembimbing yang baik bagi adik2 kita?
Masih ingatkah kalian, saat bersama2 kita menjadi adik yang 'jahil' pada kakak2 kita?
Masih ingatkah kalian, saat FK Unpad adalah kakak sayang adik, adik sayang kakak itu kita jalani?
Masih ingatkah kalian, saat Bale Padjadjaran menjadi tempat penuh kenangan manisnya cinta, asamnya nilai merah, resahnya menghadapi SOOCA, lelahnya ujian tanpa henti hingga asa nyaris pudar, dan indahnya kebersamaan?
Masih ingatkah kalian, saat kita bersama2 menginjakkan kaki di tanah Situ Lembang, sebagai si "Pluripotent", menikmati dinginnya malam diiringi "dentuman bom" diantara inspirasi yang disampaikan Abah Iwan?



Ada satu hal yang tak pernah saya lupakan diantara ribuan pelajaran yang kita dapatkan dari proses tersebut, bahwa dokter bukanlah profesi, dokter adalah jalan hidup. Pilihan hidup untuk terus belajar, mengabdi, memberi, untuk kemanusiaan, keadilan, dan hati nurani. Terdengar klise dan naif ditengah hiruk-pikuk dinamika bangsa yang terus naik turun. Pandangan miring pada profesi ini mulai merebak, lalu haruskah kita berdiam diri? Melihat jalan hidup yang kita perjuangkan dengan bangun-jatuh-bangkit-terpuruk-lalu bangkit kembali menjadi korban oknum2 tak bertanggung jawab.

Kawan, mari kita buktikan bahwa kemanusiaan, keadilan dan hati nurani masih ada di negeri ini. Di nusantara ini, di dalam diri kita, dalam hati dan perbuatan kita. Mari kita buktikan bahwa profesi ini tetap suci, profesi yang lahir sebagai perpanjangan tangan Tuhan di bumi. Bukan, kita memang bukan malaikat yang luput dari kesalahan. Kita tetaplah manusia biasa yang harus terus belajar, mengevaluasi diri, dan dengan penuh kesadaran terus mengembangkan diri menjadi "eightcellent S.A.T.U"

Petunjuk selalu ada bagi orang2 yang berpikir. Kita adalah makhluk yang Allah berikan kesempatan untuk belajar, menggali potensi dan berkembang. Sudah selayaknya kita manfaatkan karuniaNya yang terbesar, AKAL, untuk mencari jalan terus menjadi lebih baik.


 


Percayalah, "Tuhan tidak akan pernah mengabaikan hambaNya yang sedang mengabdi", begitu kata Abah Iwan 5 tahun yang lalu pada kita semua. Dimanapun kita berada, selama niat ini lurus, kemudahan demi kemudahan akan kita temukan. Jarak antara kita kini bukan karena kita berbeda, ini hanya mengenai waktu. Semua akan indah pada waktunya, saudaraku :) kemanapun kita pergi, nama eightcellent selalu ada didiri kita.

Perpisahan, pertemuan, adalah 2 hal satu paket yang tak mungkin dipisahkan. Mungkin raga ini berpisah, tapi hati yang telah tertaut 5 tahun ini (yg isinya lo lagi lo lagi) tidak mungkin mudah dipisahkan. :)

FK Unpad 08 S.A.T.U !!!


Kamis, Oktober 24, 2013

2 langkah lagi

ini stase terakhir saya. Sudah hampir semua bidang profesi dokter saya cobain. yang belum cuma patologi klinis, patologi anatomi, dan dosen. gizi pun sudah terintegrasi dalam segala bidang yang dijalani. Ini artinya, saya harus sudah bener2 memilih jalan mana yang mau saya tempuh kedepannya. 2 langkah lagi saya lulus dokter. 1 langkah untuk menyelesaikan koas, 1 langkah (besar) untuk lulus UKDI. Dari segala ketertarikan yang ada, banyak yang berkelebatan di kepala yang masih jadi pertimbangan. apakah itu? Spesialis Forensik, Anestesi, dan Master IKM dan Biostatistik. saya memang masih harus berpikir ulang tentang program spesialisasi, tapi sampai saat ini matang di hati dan pikiran saya adalah memperdalam ilmu IKM dan biostatistik. banyak catatan dan pertimbangan untuk serius ngambil spesialisasi.

siang tadi saya ngobrol sama sahabat saya yang sebentar lagi mau nikah. saya coba pelajari proses yang dia jalani untuk menuju pernikahan. kenapa tiba2 saya bahas tentang pernikahan? karena ini sangat berkaitan sama langkah hidup saya kedepannya. saya ngerasa, keputusan saya untuk ngambil spesialisasi atau nggak dan dimana saya ambl sekolah s2, bener2 bergantung pada siapa yang akan jadi suami saya kedepannya dan rencana keluarga saya kedepannya. jadi spesialis itu gak mudah, apalagi untuk perempuan. si sahabat saya ini sampai bilang, "kalau saya dapet calon dokter, saya bakalan ngasih catatan khusus buat dia, karena yang saya cari bukan ibu rumah tangga, yang saya cari adalah ibu keluarga. untuk mencari yang mengerjakan pekerjaan rumah itu saya bisa bayar orang, tapi saya mau ibu yang yang tempat anak2 saya belajar dan partner saya dalam membangun keluarga."

ya, anda benar. saya juga bukan mau jadi bu rumah tangga, tapi ibu keluarga. hanya saja, pekerjaan perempuan di dalam rumah tangga itu beda sama laki2, lebih detail. mungkin bebannya gak sebesar laki2, tapi tektek-bengek nya banyak. saya sangat sadar itu. bukan juga saya mengartikan bahwa perempuan itu susah ngembangin diri, tapi ada banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menyeimbangkan semuanya. dan inilah "rumusan masalah" saya berikutnya. dari segala macam pilihan masa depan yang mau saya tempuh, yang manakah yang akan sesuai dengan keluarga saya kelak, sesuai dengan takdir saya kelak, dan sesuai dengan minat saya dalam menjalaninya?

siapkan diri saja dulu apa yang bisa disiapkan, lakukan yang terbaik yang sedang dijalani saat ini. kalau kata ibu saya, fokuskan diri untuk lulus aja dulu dengan baik selama 4 bulan ini. meskipun 4 bulan mungkin akan terasa sangat cepat :) belum lagi program pendidikan dokter yang masih terus mengalami perubahan. kabar tersiar kalau yang UKDI februari gak akan harus menjalani internship. bagaimana dokter internship menyesuaikan diri denga BPJS pun belum ada kepastian. kalau gitu, makinlah saya harus berjuang mencari tempat di masyarakat dengan lebih keras dan belajar lebih baik. ganbatte!!! :)

Popular